Selasa, 08 Maret 2011

Kritik Teks

Teori Filologi:
1.Pengertian filologi dari segi etimologi:
Barried (1994: 2) kata filologi berasal dari bahasa yunani “philos” dan “logos”. “philos” artinya tema dan “logos” artinya pembicaraan. Filologi dari segi etimologi dapat ditafsirkan sbb: filologi ialah teman pembicaraan.
2.Kata philologia dalam bahasa yunani: berarti “senang berbicara” atau “senang kepada tulisan-tulisan”. Filologi memunyai pengertian senang kepada tulisan-tulisan yang bernilai tinggi seperti KS yang bersifat kuna.
3.Lahirnya filologi dilatarbelakang oleh beberapa factor:
a.Munculnya informasi tentang masa lampau didalam sejumlah karya tulisan
b.Anggapan adanya nilai-nilai yang terkandung dalam peninggalan tuliasan yang masih relevan dengan kehidupan masa sekarang
c.Kondisi fisik dan substansi materi informasi akibat rentang waktu yang panjang
d.Factor social budaya yang melatarbelakangi penciptaan karya-karya tulisan masa lampau yang tidak ada lagi atau tidak sama dengan latar belakng social pembaca masa kini
e.Keperluan untuk mendapatkan hasil pemahaman yang akurat

Istilah:
1.Pengertian filologi dari segi istilah
Kata filologi kali pertama digunakan oleh sekelompok ahli sastra dari Iskandariyah abad ke-3 untuk mengkaji peninggalan tulisan yang berasal dari kurun waktu yang berratus-ratus tahun yang lalu. Salah satu ahli yang melontarkan istilah filologi yaitu Eratosthenes.
2.Istilah filologi mempunyai:
a.Filologi sebagai ilmu pengetahuan
Tulisan zaman kuna mengandung berbagai ilmu pengetahuan yang pada zamannya sangat bermanfaat. Filologi merupakan tulisan yang mengandung ilmu pengetahuan.
b.Filologi sebagai ilmu bahasa
Tulisan masa lalu yang termasuk dalam kajian filologi. Tulisan masa lalu yang termasuk dalam kajian filologi, unsure pertama yang terdapat di dalamnya ialah unsure bahasa. Filologi terkait dengan ilmu bahasa.
c.Filologi sebagai ilmu sastra tinggi
Tulisan masa lalu yang bernilai tinggi merupakan hasil tulisan yang disebut karya sastra.
d.Filologi sebagai studi teks
Yang mengungkapkan hasil budaya yang tersimpan di dalamnya
(Barried, 1994: 3-4)

Latar belakang timbulnya ilmu filologi:
a.Munculnya informasi tentang masa lampau didalam sejumlah karya tulisan
b.Anggapan adanya nilai-nilai yang terkandung dalam peninggalan tuliasan yang masih relevan dengan kehidupan masa sekarang
c.Kondisi fisik dan substansi materi informasi akibat rentang waktu yang panjang
d.Factor social budaya yang melatarbelakangi penciptaan karya-karya tulisan masa lampau yang tidak ada lagi atau tidak sama dengan latar belakng social pembaca masa kini
e.Keperluan untuk mendapatkan hasil pemahaman yang akurat

Tujuan ilmu filologi:
A.Tujuan Umum
1.Mengungkapkan produk masa lampau melalui peninggalan tulisan
2.Mengungkapkan fungsi peninggalan tulisan kepada masyarakat penerimaannya, baik pada masa lampau maupun masa kini
3.Mengungkapkan nilai-nilai budaya masa lampau
Tujuan umum tersebut bersifat universal untuk semua kajian filologi, baik di Indonesia maupaun di luar Indonesia seperti kajian filologi Negara-negara ASEAN.
B.Tujuan Khusus
1.Untuk mengungkapkan bentuk mula teks atau naskah yang tersimpan dalam peninggalan masa lampau
2.Mengungkapkan sejarah perkembangan teks
3.Mengungkapkan sambutan masyarakat terhadap suatu teks sepanjang penerimaannya
4.Menyajikan teks dalam bentuk yang terbaca oleh masyarakat masa kini, yaitu dalam bentuk suntingan

Hubungan filologi dengan ilmu lain:
Linguistic, bahasa asing, bahasa nusantara, paleografi, sastra, agama, kebudayaan, folklore (filologi lisan), antropologi, sosiologi, dan prasasti.
Tahapan penelitian filologi (suntingan teks)
1.Inventarisasi naskah
2.Perbandingan naskah
3.Penetapan naskah yang akan diteliti
4.Deskripsi naskah
5.Transliterasi
6.Terjemahan
7.Naskah siap dianalisis sesuai tujuan yang dikemukakan

Penelitian naskah: prosedur kajian naskah
Jenis tujuan kerja filologi terkait dengan bidang masing-masing. Seperti kajian filologi untuk mengkaji unsure kebahasaan, unsure kesasteraan, unsure kebudayaan, unsure teknologi, unsure adat istiadat, dan sebagainya. Adat istiadat merupakan salah satu bagian yang terdapat dalam naskah.

Prosedur penelitian filologi:
1.Inventarisasi naskah
Mencari naskah dibeberapa perpustakaan, dalam dan luar negeri.
2.Perbandingan naskah
Membandingkan beberapa naskah untuk mencari silsilah naskah.
3.Penetapan naskah yang akan diteliti
Menentukan naskah yang akan dijadikan bahan penelitian.
4.Deskripsi naskah
Memerikan keadaan naskah, seperti: jenis, penulis naskah, keadaan naskah, saat penulisan, dsb.
5.Transliterasi
Alih tulisan dari aksara Jawa ke aksara latin.
6.Terjemahan
Menterjemahkan teks dari bahasa Jawa ke bahasa Indonesia.
7.Naskah siap dianalisis sesuai tujuan yang dikemukakan.

Beberapa metode kritik teks:
1.Metode stema
Metode yang digunakan untuk menentukan silsilah naskah yang akan di teliti.
2.Metode diplomatis dan kritis
Metode ini digunakan untuk menentukan jenis transliterasi naskah yang digunakan.
3.Metode intuitif
Metode kritik teks yang berupaya menentukan naskah dengan perbandingan akal sehat.
4.Metode objektif
Metode kritik teks dengan mengadakan perbandingan naskah.
5.Metode gabungan
Metode kritik teks dengan perbandingan dengan gabungan teks yang dianggap baku.

Konsep kritik teks
Pengertian:
Kata “kritik” berasal dari bahasa Yunani “krites” artinya “seorang hakim”. Krinein artinya “menghakimi”. kriterion artinya “dasar penghakiman”. Kritik teks adalah memberikan evaluasi terhadap teks, meneliti, dan menempatkan teks pada tempat yang tepat (Barried, 1994: 61).
Tujuan:
Kritik teks bertujuan untuk menghasilkan teks yang sedekat-dekatnya dengan teks aslinya atau constitution textus (Barried, 1994: 61).

Langkah-langkah kritik teks:
1.Perbandingan teks
Teks banyak disalin, sehingga banyak teks. Teks yang frekuensinya penyalinan banyak, artinya disenangi. Untuk itu dilakukan perbandingan. Untuk mencari teks mendekati asli.
2.Menemukan teks yang benar
Hasil perbandingan teks adalah ingin menemukan teks yang mendekati teks asli.
3.Penyuntingan teks
Beberapa teks yang dianggap mendekati asli disunting untuk mendapatkan teks yang dianggap benar.
4.Rekonstruksi teks
Teks yang telah dipugar dijadikan teks yang dianggap paling benar.
(Barried, 1994: 62-63)

Kalau teksnya hanya satu, itu ada perlakuan khusus, itu namanya teks yang unik, tapi kalau banyak itu menjadi perbandingan teks, nanti akan muncul dua kemungkinan yaitu:
1.Teks asli
2.Teks suntingan

Transliterasi
Pengertian:
Transliterasi adalah penggantian jenis tulisan, huruf demi huruf dari abjad yang satu kepada abjad yang lain. Istilah ini dipakai bersama-sama dengan istilah transkripsi dengan pengertian yang sama pada jenis penggantian tulisan naskah.
Penggantian jenis tulisan pada prasasti disebut transkripsi.
Penggantian jenis tulisan pada naskah disebut transliterasi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar